Majas Metonimia

Sahabat Latis, pernah ga kalian pergi ke warung lalu nyeletuk, “Bu, mau beli Bimoli.” Kemudian si penjual mengambilkan minyak goreng curah dan kalian menerimanya. Minyak goreng = Bimoli. Hm, kok bisa gitu ya? Nah secara tidak langsung kalian sedang menerapkan majas Metonimia. Apa sih itu?

Majas

Sebelum melangkah lebih jauh, kalian harus tau dulu apa itu majas. Jadi majas adalah cara untuk mengungkapkan maksud atau menyampaikan sesuatu dengan sesuatu yang lain (kiasan). Di dalam studi bahasa Indonesia, ada beberapa macam majas yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan salah satunya yaitu majas metonimia.

Modul Analisis Unsur Pembangun Puisi yang disusun oleh Sutji Harijanti (2020) mengurai definisi majas yang juga disebut l sebagai bahasa figuratif. Kegunaannya banyak dalam karya sastra seperti puisi. Majas digunakan penyair untuk mengungkapkan sesuatu dengan cara berbeda yaitu memakai kata-kata bermakna kiasan atau dengan lambang tertentu.

Kadang kita memerlukan banyak makna dalam karya sastra. Kalian bisa mendapatkan itu dari gaya bahasa yang dengan bahasa figuratif. Hal ini memberi efek banyak makna hingga konotasi tertentu. Majas yang umum digunakan sehingga kalian perlu ketahui diantaranya yaitu majas metafora, majas ironi, majas pleonasme, dan majas metonimia.

Majas Metonimia

majas metonimia
sumber Freepik

Akhirnya masuk juga kita ke pembahasan pokok hari ini. Majas yang satu ini dalam puisi menjadi sarana pemadatan atau pemusatan ekspresi. Majas metonimia adalah penyebutan ciri atau merek atau brand yang berkaitan dengan suatu benda sebagai pengganti.

Contoh di awal adalah Bimoli. Untuk lebih jelasnya dapat kalian simak dari Buku Pintar Majas, Pantun dan Puisi karya Ulin Nuha Masruchin (2017). Beliau menuliskan pengertian majas metonimia sebagai gaya bahasa yang sering menyebutkan ciri khas atau nama merek dari suatu benda untuk menggantikan penyebutan benda tersebut.

Supaya lebih gampang untuk mengenalinya, kalian simak dulu ciri-ciri Majas Metonimia. Jadi kalian tidak akan terkecoh dengan majas lain yang mirip.

Baca juga :   Batuan dan Tanah: Pengertian, Contoh Soal & Pembahasan | SIMAK UI SOSHUM

a. Gaya bahasa

Menggunakan kata-kata tertentu misalnya merek barang, ciri khas, label, jenis, dan lainnya. Inilah kemudian yang digunakan sebagai pengganti nama suatu barang atau benda.

b. Terdapat hubungan atau keterkaitan antara kata benda dengan nama penggantinya.

Umumnya kata pengganti tersebut adalah label yang sudah diakui masyarakat. Jadi bukan brand kaleng-kaleng. Butuh waktu lama bagi sebuah brand untuk bisa menjadi bagian dari majas ini.

c. Adanya hubungan bersifat keterpautan atau kontiguitas yakni kausal, spasial dan temporal

Nah, sekarang saatnya kita melihat contoh nyatanya dalam kehidupan sehari-hari ya!

Contoh Majas Metonimia

Dari penjelasan panjang mimin tadi, metonimia adalah penggunaan nama pengganti suatu benda dengan ciri khas, atribut, atau merek barang yang dikehendaki penulisnya

Kita cek contohnya yuk!

1. Pak Anton berangkat ke kantor dengan Kijang. (Kijang merupakan merek mobil yang dulu sangat fenomenal)

2. Ayah Menikmati Kapal Api di setiap pagi dan sore hari. (Kapal Api merupakan merek kopi lokal)

3. Dian terbang dengan Garuda untuk pergi ke Bali. (Garuda merupakan nama maskapai)

4. Dona senang membaca Bobo (Bobo adalah majalah anak-anak)

5. Randi sering pergi mengendarai Supra yang dibelikan Ayahnya. (Supra merupakan jenis sepeda motor)

Kita flashback lagi ya, Menurut KBBI, majas metonimia adalah majas yang mengungkapkan suatu hal dengan memakai kata lain karena memiliki hubungan yang sangat erat, dan juga sudah disepakati atau diakui. Misalnya nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal lain sebagai penggantinya

Hal yang perlu kalian ingat adalah jika ingin mengganti suatu kata atau ungkapan jadi majas metonimia, harus yang sering dipakai sama banyak orang dan memang terkenal di masanya.

Baca Juga : Bimbel CPNS

Jangan lupa, kata yang ingin digunakan harus memiliki hubungan erat atau persamaan dengan kata yang ingin diganti.

Baca juga :   Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Buku

Hal itu karena jika kalian tidak menggunakan kata atau ciri yang nggak biasa disebut dan maknanya berbeda itu bikin orang awam susah buat ngerti.

Misalnya nih kalian hendak mengganti kata “mie instan” dari kata “Duh, ujan-ujan gini enaknya makan mie instan deh”. Kalian harus menggunakan suatu ungkapan yang sering digunakan oleh orang banyak buat ganti kata tersebut.

Maka kalian dapat mengganti kata  “mie instan” dengan “Indomie”. Kata Indomie bisa dipakai karena Indomie adalah merek mie instan yang udah tersebar ke berbagai wilayah Indonesia dan cukup populer di zaman ini.

Jika dimasukkan dalam kalimat akan menjadi “Duh, ujan-ujan gini enaknya makan Indomie deh!”.

Ingat kembali ya sahabat Latis, dalam Bahasa Indonesia, ada 3 ciri yang ada dalam majas metonimia, yaitu:

a. Menggambarkan sesuatu menggunakan nama benda, label, atau merek tertentu.

b. Menunjukan adanya perubahan kata dengan menggunakan nama tertentu.

c. Majas dapat berubah sesuai dengan nama produk yang paling terkenal pada suatu masa.

Sekarang mimin mau kasi tips juga yang lebih simpel untuk mengetahui keberadaan majas ini. Kalian ingat tidak dengan struktur kalimat subjek, predikat, objek, dan keterangan? Biasanya, majas metonimia dapat ditemukan pada bagian objek atau keterangan.

Dari situ kalian bisa mencari tau apakah nama yang digunakan merupakan nama merek atau label dari objek tersebut.

Kita ke contoh soal aja deh yuk! Soalnya bab ini akan masuk dalam materi SBMPTN. Makanya mimin ngotot-ngotot ke kalian supaya kalian bisa.

Contoh Soal

majas metonimia
sumber Freepik

1. Kalimat yang mengandung majas metonimia di bawah ini adalah…

A. Pena menari-nari di atas kertas

B. Bulunya hitam, sehitam malam

C. Adik belanja di Matahari

D. Sang bulan kelak menyapaku tadi malam

E. Kau laksana pelita dalam gulita

Baca juga :   Ilmu Ekonomi dan Sistem Ekonomi: Soshum SBMPTN

Nah, kira-kira yang mana nih ya jawabannya? A dan B nggak mungkin karena “kertas” dan “malam” bukanlah nama merek atau label suatu benda. D dan E juga bukan karena E adalah majas perumpamaan, dan D adalah majas metafora. Yang paling tepat adalah C. Adik belanja di matahari. Matahari merupakan tempat perbelanjaan yang menjual berbagai macam barang dan pakaian.

2. Bapak minum kapal api pagi-pagi

(1)Kemarin aku naik Supra ke Kota Tua

(2)Abang menghabiskan Tango milik adik

(3)Bulan bersinar terang di kawasan Kota Tua

Di atas ini yang merupakan contoh kalimat majas metonimia adalah…

A. (1), (3), (4)

B. (2), (3), (4)

C. (1), (4), (2)

D. (1), (2), (3)

E. Semua jawaban benar

Coba identifikasi kalimat majas metonimia itu dengan SPOK yuk! Di poin pertama kapal api merupakan objek, kapal api yang dimaksud adalah minuman kopi. Poin kedua supra yang dimaksud adalah sepeda motor Supra. Lalu poin ketiga objeknya adalah Tango, merek makanan ringan wafer. Poin keempat, tidak ditemukan objek yang menggunakan kata pengganti majas metonimia. Jadi jawabannya adalah D. (1), (2), (3)

3. Abang mengantar adik ke sekolah naik Tiger

Majas metonimia di atas mengandung makna…

A. Tiger adalah nama motor

B. Tiger merupakan nama seseorang

C. Tiger adalah hewan harimau

D. Tiger sebagai nama kakak si adik

Nah kira-kira yang mana nih? Dari awal sebenarnya udah ketebak jawabannya. Yang paling masuk akal adalah abang mengantar adik naik tiger yang mana “Tiger” merupakan nama motor. Jadi jawabannya adalah A. Tiger adalah nama motor.

Gimana? Sampai sini kira-kira ada yang masih bingung tidak ya? Semoga penjelasan mimin dapat diterima dengan baik ya! Oiya kalian bisa les privat di sini supaya makin gemilang dalam menyambut sbmptn.

Baca juga: Les CPNS

referensi:

  1. kompas.com
  2. detik.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Les Privat SBMPTN.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Anda kepada tim kami.
Scroll to Top
Scroll to Top