Majas Asosiasi

Hai hai sahabat Latis! Kemarin kita sudah membahas soal majas juga tapi kali ini kita bahas yang berbeda ya! Kali ini yuk kita kenalan dengan Majas  Asosiasi. Tapi tunggu dulu, sebenarnya ada berapa macam majas ya?

Macam-macam Majas

Majas Asosiasi
Sumber Freepik

Pada dasarnya, majas dikelompokkan menjadi 4 macam jenis, yaitu :

A. Majas Perbandingan

Maksudnya adalah majas dengan gaya bahasa yang disampaikan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain. Caranya adalah melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian.

B. Majas Sindiran

Digunakan untuk memberikan sindiran kepada seseorang atau kondisi tertentu. Hm, yang suka nyindir ayo merapat!

C. Majas Penegasan

Merupakan jenis gaya bahasa yang berusaha untuk meningkatkan pengaruh pada pembacanya agar menyetujui suatu ujaran atau kejadian.

D. Majas Pertentangan

Adalah gaya bahasa yang digunakan seseorang yang sengaja menggunakan kata-kata yang bertentangan dari maksud yang di inginkan.

Lalu majas asosiasi masuk ke kategori yang mana?

Majas Asosiasi

Majas Asosiasi
Sumber Freepik

Kalian dapat mengartikannya sebagai gaya bahasa yang membentuk hubungan suatu hal dengan hal lain yang berbeda namun dianggap sama. Jadi, asosiasi memperlihatkan hal yang berlainan. Akan tetapi sengaja ditetapkan sebagai sesuatu yang serupa.

Kiftiawati Sulistyo dan Endry Sulistyo dalam Buku Pintar Peribahasa Indonesia (2007:362), memaparkan bahwa majas asosiasi merupakan gaya bahasa yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu (di keadaan yang lain) karena sifatnya sama.

Kata asosiasi tentunya tidak asal digunakan karena  pengertian kata “asosiasi” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tautan (penghubungan) ingatan pada orang atau barang lain sehingga memunculkan sebuah hubungan tertentu yang sifatnya memiliki kesamaan.

Hm, jadi itulah asal usul nama asosiasi. Supaya kalian lebih mantap memang sebaiknya mengecek contoh-contoh dari majas ini. Jika kita tinjau kembali dari penjelasan yang sudah ada, majas asosiasi melukiskan sesuatu hal yang hakikatnya berbeda, namun tetap dianggap sebagai sesuatu yang sama. Majas ini pada umumnya dapat mudah terlihat dalam teks ketika seseorang menemukan kata “bagai”, “bagaikan”, “seumpama”, “seperti”, “laksana”, dan lain-lain.

Baca juga :   Biosfer: Pengertian, Contoh Soal & Pembahasan | SIMAK UI SOSHUM

Apakah harus seperti itu? Sebenarnya tidak begitu juga sih ya. Coba kalian simak satu per satu contoh di bawah ini.

Contoh Majas Asosiasi

Sesuai janji Mimin, sekarang waktunya kita langsung cekidot contoh – contohnya yuk!

1. Tatapanmu seperti macan Asia

(Maksudnya adalah tatapannya tajam).

2. Langkah kakimu seumpama gajah berlari

(Agak nyindir sih kalo ini, maksudnya langkah kakinya bersuara keras sekali).

3. Wajahmu laksana sinar mentari

(Cantik bagai mentari)

4. Semangatnya keras bagai baja

(Sangat bersemangat)

5. Bagai laksana tak bertuan

(Kesepian)

6. Wajahnya bagai pinang dibelah dua

(Mirip)

7. Kulitnya hitam seperti arang

(Agak sarkastik sih, maksudnya hitam banget).

8. Harinya cerah seperti lampu pijar

(Tidak mendung, matahari bersinar cerah).

9. Hidupnya gelap laksana malam tanpa bintang

(Suram)

10. Rambutnya jingga bak senja di ujung hari

(Intinya rambutnya berkilau)

11. Wajahnya lusuh bagai baju yang belum disetrika

(Cemberut)

12. Aku goyang layaknya burung yang baru belajar terbang

(Agak hiperbola sih, maksudnya rapuh).

13  Ia cepat bagai singa yang tengah mengejar mangsa

(Larinya kenceng)

14  Ia rapuh seumpama ranting yang tumbuh diujung pohon

(Tidak kuat BESTie)

15. Ia rebahan seperti tulang belulang yang ditinggal nyawanya pergi

(Tidak semangat hidup)

Oke, sebentar kita lanjut lagi tapi ayo kita ingat lagi. Majas merupakan gaya bahasa yang dapat berupa kiasan, ibarat, perumpamaan yang bertujuan untuk memperindah makna serta pesan dalam sebuah kalimat. Majas dikelompokkan menjadi empat bagian, majas pertentangan, majas perbandingan, majas penegasan, dan majas sindiran.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyampaikannya dengan yang lain. Majas memiliki dua bentuk, yaitu lisan dan tulisan.

Baca juga :   Keuntungan Lolos SBMPTN

Baca Juga : Bimbel CPNS Terbaik

Bentuk lisan adalah saat majas tersebut diucapkan secara lisan dengan mulut. Sementara itu, majas tulisan adalah majas yang terdapat dalam karya fiksi seperti cerpen, puisi, ataupun sajak. Oke sekarang makin paham kan? Lanjut ke contoh lagi yuk!

1. Meskipun adik kakak, Anita dan Anton memiliki sifat yang jauh berbeda bagaikan langit dan bumi.

(maksud dari ungkapan tersebut adalah membandingkan antara saudara kandung yang memiliki sifat sangat berbeda diumpamakan dengan langit dan bumi yang jaraknya sangat jauh).

2. Menuntut ilmu di usia tua bagaikan mengukir diatas air.

(maksud dari perumpaan tersebut adalah sulit atau bahkan tidak bisa mengukir diatas air).

3. Telingaku sakit sekali, mendengar suaranya seperti kaset kusut.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah suara yang jelek sekali)

4. Guru fisika itu seperti singa yang sedang mengamuk dihutan.

(Maksudnya adalah singa yang sangat galak)

5. Suaramu bagaikan petir yang menyambar dimalam hari.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah suaranya sangat keras)

6. Wajahmu bak purnama dimalam hari.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah cantik atau indah saat dipandang. Kata ini mirip dengan mentari pagi).

7. Pegawai itu bekerja seperti kerbau yang membajak sawah.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah tidak kenal lelah dalam bekerja)

8. Alila dan Aluna bagaikan air dan minyak.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah bertolak belakang dan tidak dapat disatukan. Tidak akur juga bisa dikatakan demikian)

9. Rambutmu kaku seperti sapu ijuk. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah rambutnya kasar dan rusak)

10. Wanita itu ibarat kaca yang berdebu.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah wanita mudah remuk hatinya seperti kaca yang berdebu saat membersihkan harus hati-hati)

Baca juga :   Penelitian Sosial | SIMAK UI SOSHUM

11. Bersanding denganmu bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah hampir tidak mungkin)

12. Koruptor itu bagai tikus yang menggerogoti lemari sampai reyot.(maksud dari perumpamaan tersebut adalah membabat habis uang rakyat)

13. Semenjak dewasa tubuhmu bagaikan tiang listrik dipinggir jalan. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah menjulang tinggi dan kurus)

14. Menunggummu melamarku bagaikan menanti hujan di tengah musim kemarau.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah sebuah peluang yang sangat kecil). Siapa nih yang begini? Hehe.

15  Paras Rudi bagaikan pangeran di negri dongeng.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah wajah yang sangat ganteng)

16. Tubuh Nino bak miniatur. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah tubuh Nino kecil)

17. Aku terbenam dalam senyumanmu yang bagaikan mawar yang mekar dipagi hari.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah senyumannya indah sekali)

15. Caramu mencintaiku bagaikan jarum jam.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah tidak henti bagaikan jarum jam)

16. Aryo mengikuti lomba lari antar kecamatan, ia berlari bagaikan kancil. (maksud dari perumpamaan tersebut adalah Aryo berlari sangat kencang).

17. Sintia mengerjakan pekerjaan rumah seperti kura-kura.

(maksud dari perumpamaan tersebut adalah sintia lelet dalam mengerjakan pekerjaan rumah).

Kalau diperhatikan, kalimat – kalimat tersebut akan banyak kalian jumpai di dalam puisi. Hampir sulit untuk membedakannya dengan Majas hiperbola. Untuk mengetahui makna sebenarnya, kalian perlu mencoba membaca kalimat utuhnya.

Gimana? Sampai sini kira-kira ada yang masih bingung tidak ya? Semoga penjelasan mimin dapat diterima dengan baik ya! Oiya kalian bisa les privat di sini supaya makin gemilang dalam menyambut sbmptn.

Baca juga: Les CPNS Jakarta

referensi:

  1. tirto.id
  2. ukulele.co

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Les Privat SBMPTN.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Anda kepada tim kami.
Scroll to Top
Scroll to Top