Tabel Struktur Atom

Halo-halo sahabat Latis! Gimana hari-hari kalian menjelang SBMPTN selanjutnya? Denger-denger sih nama SBMPTN tidak akan bertahan lama nih. Gimana dengan mapelnya? Hm, kimia tetap di hati dong, apalagi mengenai tabel struktur atom nih. Masih inget seperti apa?

Tabel Struktur Atom: Struktur Atom

Tabel Struktur Atom
Sumber Freepik

Struktur atom merupakan susunan partikel dasar dalam atom. Atom merupakan partikel penyusun materi yang dapat menentukan sifat materi. Memiliki ukuran yang sangat kecil dan kita tidak sanggup untuk melihatnya. Menurut para ahli, mereka memperkirakan bentuk molekul dari berbagai percobaan dan fakta yang ada dengan suatu model. Sebenarnya kebenaran suatu model atau teori atom tidak mutlak. Dalam perkembangannya model atau teori atom terus mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Jadi apa saja teorinya?

1. Model Atom Dalton

Ini adalah teori pertama yang mempopulerkan teori lainnya. Pada model ini atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. Salah satu slogannya adalah atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.

Atom dengan unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya. Bentuk lain adalah senyawa. Is terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.

Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Terdapat 2 hukum alam yang menunjang teori ini. Mereka adalah:

a. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier)

Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

b. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust)

Perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.

Namanya saja baru pertama, tidak heran jika model ini memiliki kelemahan yaitu menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Tetapi saat ini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain. Memang sih ini diciptakan ketika belum ada sesuatu yang secanggih saat ini.

2. Model Atom Thompson

Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, muncullah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.

Isi dari teori ini adalah Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.

Baca juga :   Majas Litotes

Sama seperti Dalton, Thompson juga masih membutuhkan perbaikan dalam penciptaan teorinya.

3. Model Atom Rutherford

Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom. Akan tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.

Selain itu Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).

Sekilas sudah tampak cukup ideal namun ternyata masih terdapat kelemahan dari teori ini. Hal itu terkait ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.

Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti. Teori ini sebenarnya masih menjadi kesatuan dengan Rutherford.

4. Model Atom Niels Bohr

Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen. Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.

Selain itu Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif. Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).

Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi atom akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan. Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.

Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).

Dengan penjelasan yang cukup panjang tersebut, ternyata masih ada kelemahan Model Atom Niels Bohr yaitu:

Baca juga :   Atmosfer Bumi: Membongkar Rahasia Lapisan Langit | SIMAK UI SOSHUM

Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.

Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.

5. Model Atom Modern (Mekanika Gelombang)

Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang oleh 3 ahli :

a) Louis Victor de Broglie

Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.

b) Werner Heisenberg

Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.

c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)

Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Tabel Struktur Atom/ Tabel Periodik

Tabel Struktur Atom
Sumber Freepik

Merupakan kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).

Pengukurannya adalah dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif.

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

Bentar deh, kita coba bahas soal yuk!

1. Dalam tabel periodik unsur modern, periode menyatakan..

a. Jumlah kulit atom

b. Elektron dalam atom

c. Neutron dalam inti atom

d. Proton dalam inti atom

e. Elektron pada kulit terluar

Jawaban: A

Dikutip dari Live Science, periode dalam tabel periodik menunjukkan jumlah kulit atau atau tingkatan energi elektron atom tersebut.

Maksudnya unsur yang terletak pada periode yang sama, memiliki jumlah kulit atom yang sama pula. Periode ditunjukkan oleh baris horizontal yang berjumlah 7, berarti tabel periodik memiliki 7 periode.

Baca juga :   Pola Bilangan Gambar | TPS SBMPTN

2. Dalam sistem periodik unsur modern, golongan menyatakan…

a. Jumlah elektron

b. Jumlah subkulit atom

c. Jumlah elektron valensi

d. Jumlah proton valensi

e. Jumlah elektron pada subkulit

Jawaban: C

Golongan menyatakan jumlah elektron yang sama dikulit terluarnya atau yang biasa disebut dengan elektron valensi.

Golongan ditunjukkan oleh kolom vertikal yang berjumlah 18, sehingga ada 18 golongan dalam tabel periodik.

3. Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2. Dalam tabel periodik, unsur tersebut berada pada periode dan golongan…

a. Periode 1, logam alkali

b. Periode 2, logam alkali

c. Periode 1, logam alkali tanah

d. Periode 2, logam alkali tanah

e. Periode 2, gas mulia

Jawaban: D

Konfigurasi 1s2 2s2 berarti memiliki 2 elektron valensi sehingga aan berada pada golongan 2A, yaitu golongan alkali tanah. 2s2 menunjukkan jumlah kulit yaitu 2 kulit atom, yang berarti unsur tersebut berada pada periode 2.

4. Tuliskan konfigurasi yang tepat untuk unsur 20Ca, 25Mn, 29Cu, dan 35Br dan tentukanlah posisi unsur-unsur tersebut dalam tabel periodik!

Jawaban:

Lihat pada subkulit terakhir yaitu 4s2, angka empat menunjukkan jumlah kulit, berarti Ca berada pada periode 4. 4s2 menunjunjukan ada 2 elektron pada kulit terluar atau 2 elektron valensi, berarti Ca berada pada golongan 2a atau golongan alkali tanah. Pada tabel periodik Ca berada dalam golongan IIA dan periode 4.

Lihat pada subkulit Cu yang terakhir yaitu 4s1, angka 4 menunjukkan jumlah kulit, berarti Cu berada pada periode 4. 4S1 menunjukkan ada 1 elektron pada kulit terluar atau satu elektron valensi, berarti Cu berada pada golongan 11 atau golongan transisi 1b. Pada tabel periodik Cu berada pada golongan 1B dan periode 4.

Kalian perlu melakukan konfigurasi elektron kembali untuk unsur yang lainnya.

Gimana nih sahabat Latis sudah mulai berpusing-pusing ria? Sama dong! Biar ga pusing ayo segera kita cari guru privat. Kalo kalian di Jakarta, cari aja les privat Jakarta ya! Kalian juga harus makin rajin nih latihan soal-soal!

Referensi:

Scientif.com

kompas.com

Pecahan senilai

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Les Privat SBMPTN.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Anda kepada tim kami.
Scroll to Top
Scroll to Top