Potensi Analisis SNBT 2023 Kira-kira Seperti Apa?

Sahabat Latis, apakah kalian sudah siap menghadapi potensi analisis? Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, akan menghapus Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada UTBK SNBT 2023. Nantinya, siswa hanya akan dihadapkan dengan Tes Potensi Skolastik (TPS).

Tes ini akan mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ini saatnya kalian mencari tau apa saja yang harus disiapkan. Mungkin kalian juga perlu jasa les privat terdekat ya kan?

Baca juga: Harga guru privat ke rumah

Pembagian Tes Potensi Analisis

bimbel sbmptnles sbmptn
bimbel utbk
bimbel utbk terbaik
bimbel terbaik untuk sbmptn
karantina snbt
Sumber Freepik

Yup, ada 4 nih pembagian tesnya. Apa saja?

1. Penalaran umum

Saat potensi analisis, kalian harus menganalisis dan menjawab soal berdasarkan pada data yang telah disediakan.

Dilanjutkan dengan harus membuat kesimpulan logis akan sesuatu yang akan mungkin terjadi berdasarkan teks

Ada pula kesesuaian pernyataan, harus memahami isi tabel/ teks/ grafik/ diagram sesuai dengan konteks pada teks.

2. Pengetahuan kuantitatif

Pada bagian ini kalian akan disajikan dengan pilihan ganda. Ini berlaku untuk soal logika dasar atau matematika level dasar.

Ada pula pertanyaan dengan informasi pilihan (1), (2), (3), dan (4), pertanyaan dengan dua informasi, di mana wajib melakukan analisis informasi (analisis kecukupan data) yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan.

Kalian juga dihadapkan dengan analisis perbandingan dua nilai yakni hal ini merupakan suatu informasi dengan dua variabel. Harus menentukan hubungan antara kedua variabel tersebut (jadi kita harus mencari nilai salah satu variabel berdasarkan variabel yang lainnya dan informasi yang diberikan).

3. Pemahaman dan pemahaman umum

Wajib memahami inti bacaan dan membuat kesimpulan berdasarkan pada informasi di sebuah teks dalam soal bahasa Inggris.

Pada soal bahasa Indonesia, akan menghadapi berbagai soal tentang ide pokok, kelebihan, kelemahan paragraf, simpulan, penulisan kata, hubungannya antar paragraf, makna kata, tanda baca, kata ganti, konjungsi, dan kalimat efektif.

4. Memahami bacaan dan menulis

Kemampuan untuk membaca dan memahami teks secara utuh diuji. Dengan demikian kalian harus mampu memahami bacaan. Jangan lewatkan potensi analisis yang ada dalam bacaan.

Baca juga :   Cara Daftar SBMPTN Tahun 2021

Penalaran kebahasaan yang menguji pemahaman terkait dengan kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Baca juga: biaya les rumahan

Perbedaan TPS dan TPA

Potensi analisis
Sumber Freepik

Saatnya kita kroscek apa itu TPS dan TPA. Jadi di artikel sebelumnya kita telah banyak membahas mengenai TPS (tes potensi skolastik) dan TPA (Tes potensi akademik). Setelah mendengar petuah dari Menteri Pendidikan, saat ini di tahun ini kita fokus pada TPA, ya kan? Lalu apa bedanya?

1. Soal Tes

Perbedaan pertama antara TPA dan TPS adalah soal-soal yang diujikan pada TPS berupa penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum, dan pengetahuan kuantitatif.

Sementara itu, untuk TPA adalah Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

2. Materi

Sedikit berbeda dengan apa yang diajarkan oleh guru les privat mengaji dong ya, kalian setidaknya harus mempelajari materi pelajaran dan pengetahuan umum. Kemudian untuk TPS, materi yang berkaitan dengan penalaran dan logika.

3. Waktu Pengerjaan

Dalam pengerjaan TPA dan TPS, ada batas waktu yang mesti dipahami. Untuk masing-masing sub-TPS diberikan jatah waktu antara 25 sampai 35 menit. Lalu, sub-TPA Saintek sekitar 22,5 menit dan TPA Soshum sekitar 18 menit.

Waktu pengerjaan TPA dan TPS dibagi berdasarkan pilihan jurusan yang kalian ambil. Masing-masing pengerjaan TPS dan TPA saintek dan soshum akan diberi waktu 180 menit. Kecuali jika memilih kelompok ujian campuran akan mendapat waktu pengerjaan tes selama 255 menit.

Sekarang kalau hanya TPA saja, berarti kira-kira berapa waktu yang dibutuhkan?

4. Jumlah Soal

Kalian akan mengerjakan soal TPS sejumlah 80 soal, sedangkan untuk TPA terbagi menjadi dua; yaitu TPA Saintek 80 soal dan TPA Soshum 100 soal.

Kementrian Pendidikan , Kebudayan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI mengumumkan perubahan menjadi skema Seleksi Nasional Berbasis Test (SNBT). Terdapat istilah TPS yang sempat diutarakan pada saat menjelaskan tentang transformasi model seleksi masuk perguruan tinggi. Beliau menyampaikannya di tanggal 7 September 2022.

Baca juga :   Perilaku Konsumen dan Produsen: Ekonomi SBMPTN

Tes Potensi Skolastik atau tps adalah tes yang mengukur kemampuan kognitif yang mencakup penalaran umum dan kemampuan pemahaman (kognitif). Kemampuan kognitif sendiri mencakup penalaran umum dan kemampuan pemahaman. Maka, pada dasarnya materi TPS UTBK masih dalam ruang lingkup keduanya.

Kalau berbicara mengenai TPS sebenarnya kita sudah banyak mendapatkannya di pelajaran-pelajaran sekolah lho. Untuk pertanyaan-pertanyaannya terdiri dari:

1. Penalaran Umum

Penalaran Umum terdiri dari tiga subtopik di antaranya:

– Kesesuaian pernyataan, dimana kita harus memahami isi tabel/ teks/ grafik/ diagram sesuai dengan konteks pada teks.

– Simpulan logis yang mana kalian harus membuat kesimpulan logis akan sesuatu yang akan mungkin terjadi berdasarkan teks

– Penalaran Analitik, dimana kita harus menganalisis dan menjawab soal berdasarkan pada data yang telah disediakan.

2. Pengetahuan Kuantitatif

Ada empat jenis soal TPS untuk pengetahuan kuantitatif, yaitu:

Pilihan ganda, berlaku untuk soal logika dasar atau matematika level dasar.

Pertanyaan dengan informasi pilihan (1), (2), (3), dan (4).

Pertanyaan dengan dua informasi, dimana kita wajib melakukan analisis informasi (analisis kecukupan data) yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan.

Analisis perbandingan dua nilai, ini merupakan suatu informasi dengan dua variabel, dimana kita harus menentukan hubungan antara kedua variabel tersebut (jadi kita harus mencari nilai salah satu variabel berdasarkan variabel yang lainnya dan informasi yang diberikan).

3. Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Ada empat jenis soal Tes Potensi Skolastik di bagian ini dengan dua jenis soal dalam Bahasa Inggris dan ada dua jenis soal lainnya dalam Bahasa Indonesia.

Pada soal Bahasa Inggris, kita wajib untuk memahami inti bacaan dan membuat kesimpulan berdasarkan pada informasi di sebuah teks.

Pada soal Bahasa Indonesia, kita menghadapi berbagai soal tentang ide pokok, kelebihan, kelemahan paragraf, simpulan, penulisan kata, hubungannya antar paragraf, makna kata, tanda baca, kata ganti, konjungsi, dan kalimat efektif.

4. Memahami Bacaan dan Menulis

Jenis soal TPS UTBK di bagian ini terdiri dari dua topik yaitu:

Baca juga :   Termokimia: Pengertian, Konsep, dan Contoh Soal | Kimia Kelas 11 SMA

Pemahaman isi bacaan, dimana kemampuan kita untuk membaca dan memahami teks secara utuh untuk diuji.

Penalaran kebahasaan yang menguji pemahaman kita terkait dengan kaidah penulisan dalam Bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Jangan panik karena kali ini ada beberapa tips mengerjakanya:

A. Kesesuaian Pernyataan

Usahakan teliti dan gunakan penalaran

B. Tetap fokus

Membaca secara cermat dan cepat, tidak perlu keseluruhan

C. Mencari kalimat yang maknanya sama dengan teks

D. Pilih jawaban yang diyakini benar

Pilihan jawaban memiliki makna yang sama dengan pernyataan dalam teks

E. Simpulan Logis

Setiap penarikan kesimpulan gunakan logika matematika

F. Kata kunci dalam mengerjakan soal ini adalah ketelitian dan penalaran yang baik.

G. Membaca secara cermat dan cepat. Tidak perlu membaca keseluruhan teks.

H. Pahami paragraf yang ditanyakan pada soal.

I. Sesuaikan kalimat pada pilihan jawaban dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat pada teks.

J. Penalaran Analitik

Untuk soal-soal PERBANDINGAN yang biasanya memiliki ciri-ciri memuat kata “lebih” atau “daripada”, solusi termudahnya adalah dengan “digambar/ditulis”. Selain digambar, kalian juga dapat mengurutkan dengan menggunakan nomor 1-6 (dimulai dari nilai tertinggi hingga terendah).

Untuk mengetahui urutan posisi tertentu, kalian dapat mengurutkan dengan menggunakan nomor 1-6 (bergantung jumlah posisi) sesuai dengan urutan orang tersebut. Selain itu, kalian juga dapat menggunakan inisial nama tokoh dalam bacaan untuk mempermudah penggambaran posisi.

Untuk menyimpulkan suatu pernyataan, hal yang dapat dilakukan adalah membuat poin-poin dari pernyataan A, pernyataan B, dan seterusnya.

Nah itu dia pembahasan kita mengenai potensi analisis.

Oiya, jika kalian ingin mendapat kan proses belajar mengajar yang efektif, kalian bisa cek Les Privat SBMPTN untuk topik-topik menarik lainnya! Atau kalian bisa kontak langsung ke 085810779967 dan juga website kami di www.lesprivatsbmptn.id. Dijamin, pengalaman belajar dengan tutor yang tidak ingin kalian lewatkan. Selain menyenangkan, materi-materi yang asyik bisa kalian dapatkan di Guru Les Private, siapa tau bisa menjadi salah satu alternatif belajar kalian nantinya!

Referensi:

1. medcom.id

2. bic.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Les Privat SBMPTN.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Anda kepada tim kami.
Scroll to Top
Scroll to Top