Koloid: Penjelasan, Contoh Soal & Pembahasan | Kimia 11 SMA

koloid

Halo, Sahabat SNBT!

Di dalam ilmu kimia, kita sering mendengar tentang tiga bentuk materi utama: padat, cair, dan gas. Namun, ada sesuatu di antara ketiganya yang sering terlupakan, yaitu koloid.

Koloid merupakan materi yang memegang peranan penting dalam berbagai aspek kimia dan juga memiliki aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan menjelaskan materi ini secara lengkap termasuk bagaimana materi ini berbeda dari larutan biasa, dan mengapa penting untuk dipahami oleh kalian semua.

Jadi, simak terus sampai habis ya!

Apa Itu Koloid?

zat kimia

Sumber: Freepik

Koloid adalah jenis campuran heterogen yang terdiri dari dua fase utama: fase dispersi dan fase dispersan. Fase dispersi adalah zat yang tersebar dalam bentuk partikel-partikel kecil dalam fase dispersan. Biasanya, fase dispersi adalah cairan, dan fase dispersan adalah padatan. Partikel-partikel di dalamnya sangat kecil dan biasanya berukuran antara 1 nanometer hingga 1 mikrometer saja.

Baca juga : bimbel cpns

Masih bingung? Oke, kita lanjut ya!

Bagaimana bentuk koloid itu?

Bentuk koloid mengacu pada bagaimana partikel-partikel di dalamnya tersebar dalam medium dispergennya. Oleh karena itu, ia memiliki tiga bentuk umum, di antaranya:

1. Sol

koloid

Sumber: Freepik

Dalam bentuk sol, partikel-partikel terdispersi dalam fase cairan. Partikel ini bisa berupa padatan atau cairan yang sangat kecil. Sol sering kali terlihat keruh atau berawan karena partikel-partikelnya cukup besar untuk menyebarkan cahaya. Contoh sol termasuk suspensi tanah liat dalam air atau protein di dalam air.

2. Gel

Dalam bentuk gel, partikel-partikel terdispersi dalam fase cairan, tetapi mereka masih membentuk jaringan yang agak padat. Ini memberikan gel tekstur yang lebih kental daripada sol. Gel ditemukan dalam banyak produk sehari-hari seperti gel rambut, jeli, dan produk makanan seperti selai dan agar-agar.

3. Aerosol

Dalam bentuk aerosol, partikel-partikel tersebar dalam fase gas. Ini berarti partikel-partikel sangat kecil dan dapat tetap bertahan di udara dalam waktu yang lama. Contoh aerosol termasuk kabut, uap air dalam udara, atau semprotan semprotan seperti semprotan parfum atau semprotan anti nyamuk.

Sifat-sifat khusus dari koloid adalah kemampuannya untuk mempertahankan dispersi partikel-partikel dalam suspensi mereka, meskipun partikel-partikel ini cenderung mengendap jika dibiarkan dalam keadaan diam. Ini disebabkan oleh gerakan Brownian, yang merupakan gerakan acak partikel-partikel kecil dalam suspensi yang disebabkan oleh tumbukan dengan molekul-molekul dalam medium dispergennya.

Baca juga :   Teori Asam Basa: Pengertian, Sifat, dan Contoh Soal | Kimia 11 SMA

Hal ini tentu saja mencegah partikel-partikel tersebut mengendap dan memungkinkan material ini mempertahankan stabilitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama.

Perbedaan dengan Larutan Biasa

Salah satu perbedaan utama antara koloid dan larutan biasa terletak pada ukuran partikel. Dalam larutan biasa, partikel-partikel yang terlarut sangat kecil sehingga mereka tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, partikel-partikel koloid cukup besar sehingga kita bisa melihatnya dengan mikroskop biasa.

Sebagai contoh, suspensi tepung dalam air. Tepung (fase dispersi) tersebar dalam air (fase dispersan) dalam bentuk partikel-partikel kecil yang dapat terlihat. Jika kita biarkan koloid ini diam, partikel-partikel tepung akan mengendap, namun mereka akan tetap berada dalam suspensi ketika digoyang atau diaduk.

Mudah dipahami, kan, sampai sini? Berikut beberapa contohnya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Contoh Koloid dalam Kehidupan Sehari-Hari

bentuk-bentuk koloid

Sumber: Freepik

Koloid adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh termasuk di antaranya:

1. Susu

Ini termasuk contoh koloid alam. Lemak yang terdispersi dalam air membentuk partikel-partikel kecil yang membuat susu tampak keruh yang disebut koloid jenis emulsi.

2. Cat

Juga dapat dianggap sebagai koloid. Pigmen warna dan bahan pengikatnya terdispersi dalam pelarut yang membentuk partikel-partikel yang membuat cat menempel pada permukaan yang dicat.

3. Krim Pembersih Wajah

Banyak produk kecantikan mengandung koloid dengan tujuan untuk membersihkan kulit jauh lebih efektif. Partikel kecil dalam krim membersihkan pori-pori yang ada di kulit.

Pengaplikasiannya dalam Bidang Industri

Selain kehidupan sehari-hari, bentuk material ini juga memiliki banyak aplikasi dalam industri. Contohnya termasuk:

1. Farmasi: Obat-obatan dalam bentuk koloid memiliki penyerapan yang lebih baik dalam tubuh manusia.

2. Pangan: Banyak makanan diproses dengan menggunakan koloid untuk menghasilkan tekstur dan konsistensi yang diinginkan.

3. Pembersih dan Sabun: Koloid digunakan dalam produk pembersih dan sabun untuk membersihkan lebih efektif.

Baca juga :   Korologi

Contoh Soal dan Pembahasannya

latihan soal

Sumber: Freepik

Agar kalian semakin memahami materi satu ini, pelajari contoh soal berikut!

Soal 1

Apa yang membedakan koloid dari larutan biasa?
A) Ukuran partikel lebih besar.
B) Selalu dalam bentuk padat.
C) Larutan biasa lebih keruh daripada koloid.
D) Selalu dalam bentuk gas.

Jawaban: A) Ukuran partikel lebih besar.
Pembahasan: Salah satu perbedaan utama antara koloid dan larutan biasa adalah ukuran partikelnya.

Soal 2

Mana dari berikut ini adalah contoh koloid?
A) Air murni
B) Air dan gula
C) Air dan tanah liat
D) Air dan garam

Jawaban: C) Air dan tanah liat.
Pembahasan: Campuran air dan tanah liat, di mana partikel-partikel tanah liat tersebar dalam fase cairan.

Baca juga : Bimbel CPNS Jakarta

Soal 3

Apa yang menyebabkan koloid tampak keruh atau berawan?
A) Partikel-partikelnya sangat kecil.
B) Partikel-partikelnya sangat besar.
C) Cahaya tidak bisa melewati koloid.
D) Selalu memiliki warna.

Jawaban: A) Partikel-partikelnya sangat kecil.
Pembahasan: Koloid tampak keruh atau berawan karena partikel-partikelnya cukup besar untuk menyebarkan cahaya.

Soal 4

Mana yang bukan merupakan bentuk koloid?
A) Sol
B) Gel
C) Aerosol
D) Larutan

Jawaban: D) Larutan.
Pembahasan: Larutan adalah jenis campuran yang berbeda dari koloid, karena partikel-partikel terlarut dalam larutan sangat kecil.

Baca juga: Laju Reaksi: Pengertian, Contoh Soal & Pembahasan | Kimia 11 SMA

Soal 5

Apa yang memungkinkan koloid untuk mempertahankan dispersi partikel-partikel dalam suspensi mereka?
A) Gravitasi
B) Gerakan Brownian
C) Sifat elektrostatik partikel
D) Tekanan atmosfer

Jawaban: B) Gerakan Brownian.
Pembahasan: Gerakan Brownian adalah gerakan acak partikel-partikel kecil yang mencegah mereka mengendap.

Soal 6

Mana yang merupakan contoh koloid gel?
A) Krim tangan
B) Es batu dalam air
C) Minyak dalam air
D) Saus tomat

Jawaban: A) Krim tangan.
Pembahasan: Krim tangan, di mana partikel-partikel padat terdispersi dalam fase cairan.

Soal 7

Apa yang terjadi jika koloid tidak diaduk atau diguncang dalam waktu yang lama?
A) Partikel-partikel akan mengendap.
B) Akan menjadi lebih keruh.
C) Partikel-partikel akan membesar.
D) Akan menjadi transparan.

Baca juga :   Hidrosfer: Pengertian, Contoh Soal & Pembahasan | SIMAK UI SOSHUM

Jawaban: A) Partikel-partikel akan mengendap.
Pembahasan: Koloid harus diaduk atau diguncang secara teratur untuk mencegah partikel-partikelnya mengendap.

Soal 8

Apa yang terjadi pada sifat optik koloid ketika dilihat dari samping?
A) Menjadi transparan.
B) Tampak lebih keruh.
C) Sifat optik tidak berubah.
D) Menjadi lebih pekat.

Jawaban: B) Tampak lebih keruh.
Pembahasan: Sifat optiknya dapat berubah tergantung pada sudut pandang pengamatan.

Baca juga: Larutan Asam Basa: Pengertian, Contoh Soal, Dan Pembahasan | Kimia Kelas 11 SMA

Soal 9

Apa yang dimaksud dengan koloid emulsi?
A) Di mana partikel-partikel tersebar dalam gas.
B) Di mana fase dispersan adalah gas.
C) Di mana fase dispersi adalah cairan dan fase dispersan adalah padatan.
D) Di mana fase dispersi adalah cairan dan fase dispersan adalah cairan.

Jawaban: D) Di mana fase dispersi adalah cairan dan fase dispersan adalah cairan.
Pembahasan: Koloid emulsi adalah jenis di mana fase dispersi dan fase dispersan keduanya adalah cairan.

Soal 10

Apa yang memengaruhi kemampuan koloid untuk mempertahankan dispersi partikel-partikel dalam suspensinya?
A) Warna
B) Ukuran partikel
C) Tekanan atmosfer
D) Suhu

Jawaban: B) Ukuran partikel.
Pembahasan: Ukuran partikel sangat memengaruhi kemampuannya untuk mempertahankan dispersi partikel-partikel dalam suspensinya. Semakin kecil partikelnya, semakin stabil koloidnya.

Materi satu ini adalah salah satu konsep penting dalam kimia yang sering terabaikan di sekolah. Padahal banyak aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Semoga artikel ini membantu kalian memahami konsep materi kimia ini dan menghargai peran penting ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih baik, kalian akan lebih siap menjelajahi dunia kimia dalam studi kalian semua.

Jadi, apa lagi yang ditunggu? Hubungi kami segera di line telepon (021) 77844897 atau kamu juga bisa menghubungi kami via 085810779967. Atau klik www.lesprivatsbmptn.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sampai ketemu di Lesprivatsbmptn!

 

Referensi:
1. Kemendikbudristek
2. Ruangguru

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tim Les Privat SBMPTN.id ada disini untuk membantu Anda. Konsultasikan kebutuhan Les SBMPTN Anda kepada tim kami.
Scroll to Top
Scroll to Top